Rabu, 20 Januari 2016

PENGAMBILAN KEPUTUSAN

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
      Pengambilan keputusan sangat penting dalam management dan merupakan tugas utama dari seorang pemimpin (manajer).

1.2 Rumusan Masalah
      1. Apa definisi dari pengambilan keputusan?
      2. Apa saja prinsip pengambilan keputusan?
      3. Apa saja kriteria dalam pengambilan keputusan?
      4. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi pengambilan keputusan?
      5. Apa saja model dalam pengambilan keputusan?

1.3 Tujuan Makalah
      1. Menjelaskan pengertian dari pengambilan keputusan
      2. Menyebutkan prinsip pengambilan keputusan
      3. Menyebutkan kriteria dalam pengambilan keputusan
      4. Menyebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi pengambilan keputusan
     5. Menyebutkan model dalam pengambilan keputusan

BAB II
PENJELASAN

2.1 Definisi Pengambilan Keputusan
Menurut beberapa ahli :
G.R Terry
Pemilihan alternatif kelakuan tertentu dari dua atau lebih alternatif yang ada

Drs. H. Malayu S.P Hasibuan
Proses penentuan keputusan yang terbaik dari sejumlah alternative untuk melakukan aktifitas-aktifitas pada masa yang akan datang.

      Berdasarkan penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa pengambilan keputusan adalah proses pemilihan alternatif solusi untuk masalah. Atau bisa juga dikatakan sebagai upaya untuk menyelesaikan masalah dengan memilih alternatif solusi yang ada.

2.2 Prinsip Pembuatan Keputusan
Prinsipnya sebagai berikut :
a. Keputusan pada dasarnya ditujukan untuk memecahkan masalah,karna itu solhsi hendaknya tepat untuk masalah yang dituju.

b. Setiap keputusan hendaknya merupakan alternatif terbaik dengan resiko yang amat minimal.

c. Keputusan hendaknya sudah di pertimbangkan dulu lingkup dan resikonya secara sisematik da sistemik.

d. Keputusan tidak berada diluar zona of acceptance manusia.

e. Keputusan dapat dilaksanakan

f. Keputusan hendaknya memecahkan masalah yang generik.

g. Pembuatan keputusan terdiri dari tahap perumusan dan implementasi keputusan.

h. Pembuatan keputusan hendaknya menghasilkan suatu hasil yang dapat diukur.

i. Keputusan tidak selalu harus dimulai dari data tapi dari judgement.

2.3 Kriteria Pengambilan Keputusan
      a. Nilai Politik
Digunakan untuk menguntungkan partai politik sendiri.
      b. Nilai Oganisasi
Pengambilan keputusan dipengaruhi oleh nilai-nilai organisasi dimana ia terlibat di dalamnya.
      c. Nilai Pribadi
Hasrat untuk melindungi atau memenuhi kebutuhan fisik atau finansial.

2.4 Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pengambilan Keputusan
Beberapa faktornya sebagai berikut :
1. Komposisi kelompok : Penerimaan tujuan umum,Pembagian tugas kelompok,Komunikasi dan status ukur,Ukuran kelompok.
2. Kesamaan anggota kelompok
3. Pengaruh polarisasi kelompok

2.5 Model pengambilan Keputusan
      a. Model Deterministik
Menggambarkan bahwa setiap rangkaian keputusan hanya mempunyai satu hasil.
      b. Model Stokastik
Menggambarkan bahwa setiap rangkaian keputusan mempunyai sejumlah kemungkinan hasil dan masing-masing hasil probabilitasnya.
     c. Model keputuaan dengan ketidakpastian.
Menggambarkan setiap rangkaian keputusan mempunyai sejumlah kemungkinan hasil dan masing-masing kemungkinan hasil probabilitasnya tidak dapat diketahui.

BAB III
PENUTUP

Terimakasih atas perhatiannya. Mohon dimaafkan jika ada kekurangan karna kesempurnaan hanya milik Allah SWT semata.

Kamis, 14 Januari 2016

MANAJEMEN SDM

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
      Adanya sumber daya manusia dalam sebuah perusahaan mempengaruhi pergerakan sebuah perusahaan. Tanpa adanya sumber daya manusia ahli dalam perusahaan maka perusahaan tidak akan bergerak secara produktif dan tidak akan pernah menghasilkan laba untuk perusahaan tersebut.

1.2 Rumusan Masalah
      1. Apa pengertian manajemen SDM menurut para ahli?
      2. Apa saja macam-macam model manajemen SDM?
      3. Apa saja tujuan manajemen SDM?

1.3 Tujuan Masalah
      1. Menyebutkan pengertian manajemen SDM menurut para ahli
      2. Menyebutkan macam-macam model manajemen SDM
      3. Menyebutkan tujuan manajemen SDM

BAB II
PENJELASAN

2.1 Pengertian  Manajemen SDM Menurut Para Ahli
      Pengertian SDM menurut para ahli :
1. Melayu SP. Hasibuan
    Ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar efektif dan efesien membantu terwujudnya tujuan perusahaan,karyawan dan masyarakat.

2. Henry Simamora
    Pendayagunaan,pengemvangan,penilaian,pemberian perburuhan, pengelolaan terhadap individu,anggota organisasi atau kelompok kerja.

3. Achmad S. Rucky
    Penerapan secara tepat dan efektif dalam proses akusis,penyandagunaan dan pemeliharaan personil.

4. Mutiara S. Panggabean
    MSMD adalah proses yang terdiri dari perencanaan,pengorganisasian,pimpinan dan pengendalian kegiatan yang berkaitan dengan analisis pekerjaan,evaluasi pekerjaan dan pengadaan.

2.2 Model Manajemen SDM
      1. Model klerikal
Fungsi departemen sdm yang terutama adalah memperoleh dsn memelihara laporan,data,catatan-catatan dan melaksanakan tugas-tugas rutin.

      2. Model Hukum
Aspek hukum memiliki sejarah panjang yang berawal dari hubungan perburuhan,di masa ngosiasis kontrak,pengawasan dan kepatuhan.

       3. Model Finansial
Meliputi biaya kompensasi tidak langsung seperti biaya asuransi kesehatan,pensiun,asuransi jiwa,liburan dan sebagainya.

      4. Model Manjerial
Versi pertama : Manajer SDM memahami kerangka acuan kerja manajer.
Versi kedua : Manajer melaksanakan beberapa fungsi SDM.
Dalam model ini manajer di ajarkan keahlian yang diperlukan untuk menangani fungsi-fungsi kunci SDM seperti pengangkatan,evaluasi kinerja dan pengembangan.

       5. Model Humanistik
Departemen SDM dibentuk untuk mengembangkan dan membantu perkembangan nilai dan potensi SDM di dalam organisasi.

      6. Model Ilmu Perilaku
Model ini menganggap bahwa ilmu perilaku seperti psikologi dan perilaku organisasi merupakan dasar aktivitas daya manusia.

2.3 Tujuan Manajemen SDM
      1. Tujuan Sosial
Agar organisasi atau perusahaan bettanggung jawab secara sosial dan etis terhadap kebutuhan dan tantangan masyarakat dengan meminimalkan dampak negatifnya.

     2. Tujuan Organisasional
Sasaran formal yang dibuat untuk membantu organisasi mencapai tujuannya.

    3. Tujuan Fungsional
Tujuan untuk mempertahankan kontribusi departemen SDN pada tungkat yang sesuai dengan kebutuhan organisasi

      4. Tujuan Individual
Tujuan pribadi dari tiap anggota organisasi atau perusahaan yang hendak mencapai melalui aktifitasnya dalam organisasi.

BAB III
PENUTUP

Sekian makalah yang saya buat. Semoga bermanfaat bagi pembacanya.

Kamis, 07 Januari 2016

BISNIS INTERNASIONAL

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
      Bisnis Internasional adalah kegiatan bisnis yang biasa kita dengar. Baik di dalam film-film maupun di dunia perkantoran.
      Bisnis Internasional tidaklah terjadi begitu saja. Tidak mudah bisa memegang pemasaran atau bisnis internasional. Tapi tidak sulit juga untuk bisa masuk kedunia bisnis internasional.
      Beberapa tahap untuk mencapai dunia bisnis internasional akan dibahas di makalah ini.

1.2 Rumusan Masalah
      1. Apa pengertian Bisnis Internasional?
      2. Apa saja tahap-tahap dalam memasuki Bisnis Internasional?
      3. Apa saja macam-macam Bisnis Internasional?
      4. Hambatan apa saja yang terdapat di Bisnis Internasional?

1.3 Tujuan Makalah
     1. Menjelaskan pengertian Bisnis Internasional.
       2. Menyebutkan tahap-tahap dalam Bisnis Internasional.
      3. Menyebutkan macam-macam Bisnis Internasional.
      4. Menyebutkan hambatan yang terdapat di dalam Bisnis Internasional.

BAB II
PENJELASAN

2.1 Pengertian Bisnis Internasional
      Bisnis Internasional adalah semua transaksi bisnis-swasta dan pemerintah yang melibatkan dua atau lebih negara. Dalam Bisnis Internasional terdapat Transaksi Internasional dan Pemasaran Internasional.

2.2 Tahap-Tahap Dalam Memasuki Bisnis Internasional
      Dalam Bisnis Internasional beberapa tahap yang harus dilalui oleh pembisnis,yaitu :
1. Ekspor Insidentil
    Dalam tahap ini umumnya terjadi pada saat adanya kedatangan orang asing di negara lain,kemudian dia membeli barang dan kemudian mengirimkannya ke negeri asal orang asing tersebut.

2. Ekspor Aktif
    Perusahaan negeri sendiri mulai aktif untuk melaksanakan manajemen atas transaksi tersebut.

3. Penjualan Lisensi
    Dalam tahap ini negara pendatang menjual merek dari produknya kepada negara penerima.

4. Franchising
    Dalam tahap ini perusahaan tidak hanya menjual mereknya melainkan menjual bersama atribut-atributnya.

5. Pemasaran Di Luar Negeri
6. Produksi dan Pemasaran di Luar Negeri

2.3 Macam-Macam Transaksi Bisnis
      Transaksi Bisnis dibedakan menjadi dua macam,yaitu:
1. Perdagangan Internasional
    Dilakukan dengan cara tradisional,yaitu dengan ekspor dan import. Dengan adanya eksport dan import timbulah yang disebut dengan "Neraca Perdagangan Antar Negara".

2. Pemasaran Internasional
    Kegiatan dimana suatu perusahaan dapat terlibat dalam suatu transaksi bisnis dengan negara lain,perusahaan lain,maupun masyarakat di luar negeri. Kegiatan yang dilakukan merupakan upaya untuk memasarkan hasil produk luar negeri.

2.4 Hambatan Dalam Bisnis Internasional
      Melakukan Bisnis Internasional tidak mulus begitu saja,melainkan ada hambatan yang harus di lalui. Hambatannya yaitu :
1. Batasan perdagangan
2. Perbedaan sosial,bahasa dan budaya
3. Kondisi Politik dan Hukum Perundang-undangan.
4. Hambatan Operasional

BAB III
PENUTUP

Terima kasih atas perhatiannya. Semoga apa yang disajikan bisa berguna dan bisa memberikan sedikit ilmu bagi pembacanya.